Excuse keengganan keluar dari zone nyaman, contoh kamu
senantiasa katakan pada diri kamu sendiri :
saya ini orang nya sukai spontanitas, ndak sukai bebrapa
ditata, dengan jadwal yang kaku kelak bila telah on the mood, tentu semua beres
juga kok, nyantai saja. Hadiah Wisuda
saya masih tetap mencari saat yang pas neh, saya perlu
mencari ide dahulu untuk dapat mulai dahulu.
saya ini type orang yang menyukai memakai the power of
kepepet. Ndak tahu mengapa, otak ku itu ajaib, dapat mendadak encer bila telah
mendekati deadline. saya lakukan beberapa kelak saja deh bila telah mendekati
deadline.
Please deh, janganlah menjadikan argumen kepribadian kamu
untuk menutupi kemalasan kamu. Ini bukanlah untuk menulis lagu, cerpen, novel,
atau puisi yang perlu ide seperti beberapa seniman itu. Janganlah ambillah
kemungkinan kerjakan suatu hal mendekati deadline, beberapa hal didunia yang
berlangsung diluar kendali kita. Siapa yang dapat jamin, tubuh kita dalam
keadaan fit serta sehat saat hari-hari mendekati deadline. Yang ada jadi,
stres, depresi, serta tubuh kita bonyok.
Ingat kawan, dunia ini terkadang memanglah kejam. So,
kejamlah pada diri kamu sendiri, untuk buat dunia tidak kejam sama kamu.
Keraslah sama kamu sendiri, supaya dunia lunak sama kamu. Diluar writing time,
kamu dapat kembali buka internet serta hanphone sekali lagi. Ngopi bareng
rekan, atau menggunakan makan malam bareng keluarga juga bisa kembali. Kamu
akan tidak terasa bersalah, serta terasa belum juga temukan saat yang pas,
karna kamu telah lakukan writing di jadwal writing time kamu. Serta karena itu
hidup kamu, merasa lebih bahagia bukan?
3. Keep Being Motivated with Daily Goal setting and
Monitoring
Melindungi supaya senantiasa terpacu yaitu pekerjaan yg
tidak gampang. Karena itu, sehari-hari, sebelumnya masuk writing time, kamu
mesti miliki tujuan harian. Contoh, hari ini mesti kerjakan X atau hari ini
mesti merampungkan 500 kata. Lalu monitoring capaian kamu. Bikinlah file excel
atau spss, dengan kolom-kolom contoh : tanggal, tujuan, jumlah kata yang telah
terwujud, terwujud tujuan/tidak. Di akhir minggu, atau akhir bulan, kamu dapat
generate grafik perubahan capaian kamu. Tentu ada kebahagiaan sendiri saat kamu
dapat menjangkau semuanya bebrapa tujuan kamu, juga bila belum juga terwujud
kamu dapat terpacu untuk menjangkau tujuan dari lihat grafik capaian kamu
sepanjang satu minggu/satu bulan terlepas. Ini yaitu langkah supaya kamu
senantiasa terpacu.
4. Janganlah Perfeksionis : Write First, Revise Later
Prima itu baik, namun berlaku perfeksionis itu kerapkali
jadi jadi problem. Contoh, saat kamu baru mulai menulis, bisa satu paragraph,
kamu terasa tulisan kamu kurang bagus, lantas berhenti berpikir bagaimana
langkah menyempurnakanya, pada akhirnya satu paragaraph itu dihapus sekali
lagi. Mulai satu paragraph sekali lagi, dihapus sekali lagi. Dan sebagainya.
Jadi ndak jadi-jadi itu tulisan karna kamu sangat menuntut kesempurnaan.
Ingat, menuntut kesempurnaan itu malah melumpuhkan. Tambah
baik kamu menulis apa yang ada dahulu, ala kandungannya dahulu tidak apa-apa.
Sesudah usai draft pertama. Ambillah break sekian hari, janganlah buka draft
pertama kamu. Lalu baca kembali, serta revisi, revisi, revisi, revisi, revisi
kembali. Menulis serta merivisi itu dua bagian yang berlainan. Janganlah
dikerjakan ketika yang sama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar